Dengan kesempatan tersebut, perubahan secara langsung dirasakan pada bulan keempat pendidikan, Anam telah memiliki kepercayaan diri lebih sebagai calon prajurit.
"Sehingga terlihat dengan nyata ada perbedaan sebelum masuk, dan saat empat bulan pendidikan, dia sudah mampu memimpin kawan-kawan 356 lainnya," kata dia.
Cara-cara khusus itu dibuat Sekolah Calon Tamtama agar calon prajurit nantinya setelah disumpah menjadi prajurit memang memiliki kapasitas dan kapabilitas sesuai yang diharapkan.
Anam (20), seorang kuli atau pekerja bangunan harian di Markas Besar TNI AD yang akhirnya bisa mewujudkan cita-citanya menjadi prajurit TNI.
Saat bekerja jadi kuli bangunan di Markas Besar TNI AD, Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Andika Perkasa, memotivasi Anam untuk mendaftar tamtama TNI AD.