Anies menuturkan malam itu dirinya tidur sendirian hingga saatnya sahur. Sebuah kamar besar yang terasa teduh, tenang, dan nyaman.
Kayunya amat tua hingga ada lapisan yang membuat kesan keabu-abuan. Dipan asli sudah tidak digunakan, sebab memiliki potensi rapuh akibat usia yang amat panjang.
"Tuntas sudah niat silahturahmi dengan dzuriyah kiai Ageng Besari. Sebuah kehangatan silahturahmi luar biasa. Serta pengalaman bermalam di kamar itu jadi pengalaman yang menyenangkan dan extra-ordinary," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)