JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebutkan calo karantina Covid-19 di Bandar Udara International Soekarno Hatta berinisial GC memalsukan input data karantina WNI atau WNA yang seharusnya masuk ke hotel untuk menjalankan tahap karantina.
"Masuk ke tahap kedua WNA atau WNI diantar ke hotel rujukan atau kalau perlu ke wisma atlet. Sudah ditentukan di hotel mana. Saat di input tersebut inilah peran GC masuk. Jadi hanya data yang masuk, orangnya tidak melakukan karantina dan bisa pulang ke rumah. Dia mendapat biaya sebesar Rp 4 juta. Dia menyiapkan soft copy, dan bagian dari mafia kelompok yang bisa meloloskan tahapan karantina Covid-19," ujar Yusri Yunus, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/4/2021).
Yusri Yunus mengungkapkan modus meloloskan prosedur karantina Covid-19 bagi WNA dan WNI yang tiba di Bandara Soekarno Hatta diduga sudah terjadi cukup lama dan bukan kali ini saja.
"Saudara GC tersangka ke empat mendapatkan Rp4 juta. Di tahap pertama pengecekan administrasi dan kesehatan imigrasi setelah lolos masuk ditentukan apakah masuk karantina ke hotel atau wisma atlet sesuai aturan Kemenkes. Dalam proses input karantina ini GC masuk bermain," kata Yusri Yunus.
Sebagaimana diketahui, Polda Metro Jaya dan stakeholder terkait sedang memperketat pengawasan terhadap kedatangan WNA dan WNI khususnya dari India yang angka kasus Covid-19 sedang tinggi-tingginya.