Pidato Lebaran Bung Karno Sebelum Jadi Presiden: Ibaratkan Puasa Sama dengan Perang

Erfan Maaruf, Jurnalis
Kamis 13 Mei 2021 12:11 WIB
Foto: Istimewa
Share :

JAKARTA - Awal bulan Syawal 1362 (Hijriyah) bertepatan dengan tanggal 1 Oktober 1943 (Masehi), pada tanggal 1 Oktober 1943 Majalah M.I.A.I. (Majlis Islam Ala Indonesia) menerbitkan pidato Bung karno soal Lebaran dan Peperangan.

Peperangan makin memoentjak! Kita menghadapi elimaznja (memoentjaknja) peperangan sekarang ini! Insjafkah kita akan arti Lebaran kita itoe? Di dalam pidato radio saya pada tanggal 15 september, saya anjurkan supaya kita semua tahan menderita di dalam peperangan ini.

Saya katakan, bahwa tiada satu bangsa yang tidak menderita di masa perang, dan bahwa tiada bangsa dapat mencapai kemenangan, kalau tiada tahan menderita. Mengutip Alquran surat asy-Syarh (94) ayat 5, Soekarno menulis INNAMAAL OESRI JOESRA, kebahagiaan sesoedah kesoesahan! tulis Sukarno di majalah M.I.A.I, 1 Oktober 1943.

Dilihat dari tulisannya Soekarno berusaha memaknai perang dan penderitaan serta harapan akan kemenangan akan datang setelah kesusahan. Makna seruan Soekarno tersebut seirama dengan seruan dengan Lebaran Kita haroes merajakan Lebaran sekarang ini didalam semangat tahan-menderita itoelah! Satu boalan kita berpuasa! MELATIH DIRI TAHAN-MENDERITA! Marilah kita hadapi ,,tahoen jang baroe ini sebagai satoe bangsa, jang benar-benar berlatih tahan-menderita didalam boelan Ramadhan.

Soekarno berusaha menganalogikan puasa sebagai penderitaan untuk melatih diri dan Lebaran sebagai kemerdekaan dan buah hasil dari penderitaan atau perjuangan.

Di akhir tulisannya Sokarno menulis: Maka kemenangan-achir pasti dipihak kita! Kalimat ini merefleksikan bukan hanya kemenangan dari satu bulan berpuasa, tapi kemenangan atas perjuangan selama berjuang.

 

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya