Asal Muasal Ketupat, Diciptakan Sunan Kalijaga atau untuk Pemujaan Dewi Sri?

Doddy Handoko , Jurnalis
Kamis 13 Mei 2021 14:46 WIB
Ketupat (foto: Vedd/Flickr)
Share :

JAKARTA - H.J. de Graaf dalam Malay Annal, menuliskan bahwa ketupat merupakan simbol perayaan Hari Raya Islam, pada masa pemerintahan Demak yang dipimpin Raden Patah awal abad ke-15.

De Graaf menduga, kulit ketupat yang terbuat dari janur berfungsi untuk menunjukkan identitas budaya pesisiran yang ditumbuhi banyak pohon kelapa.

Baca juga:  Kisah Jenazah Syekh Siti Jenar Berbau Wangi dan Wajahnya Bercahaya

Warna kuning pada janur dimaknai de Graff sebagai upaya masyarakat pesisir Jawa untuk membedakan warna hijau dari Timur Tengah dan merah dari Asia Timur.

Dalam Babad Tanah Jawi diceritakan, Sunan Kalijaga adalah orang yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa dua kali Bakda, yaitu “Bakda Lebaran” dan “Bakda Kupat”.

 Baca juga: Kisah Sunan Kalijaga Mengubah Tanah Jadi Emas dan Beras Jadi Pasir

Ada pendapat lain, lebaran ketupat diangkat dari tradisi pemujaan Dewi Sri; dewi pertanian dan kesuburan, pelindung kelahiran dan kehidupan, kekayaan dan kemakmuran.

Ia dewi tertinggi dan terpenting bagi masyarakat agraris. Dewi Sri dimuliakan sejak masa kerajaan kuno seperti Majapahit dan Pajajaran.

Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah Lebaran. Pada hari yang disebut Bakda Kupat tersebut, di tanah Jawa waktu itu hampir setiap rumah terlihat menganyam ketupat dari daun kelapa muda.

Setelah sudah selesai dimasak, kupat tersebut diantarkan ke kerabat yang lebih tua, menjadi sebuah lambang kebersamaan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya