Melihat Rumah Makan Pencipta Nasi Jamblang di Tengah Gempuran Pandemi Covid-19

Fathnur Rohman, Jurnalis
Kamis 13 Mei 2021 09:37 WIB
Nasi Jamblang Tulen di Cirebon (Foto: Okezone/Fathnur)
Share :

CIREBON - Pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap kehidupan ekonomi masyarakat. Termasuk para pengusaha rumah makan (RM) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Emon Kusdiman misalnya, pemilik RM Nasi Jamblang Tulen ini, mengeluh karena pendapatannya menurun drastis selama pandemi.

RM Nasi Jamblang Tulen yang terletak di Jalan Raya Jamblang, Kecamatan Depok, Cirebon, Jawa Barat ini, merupakan rumah makan legendaris di Cirebon. Sebab, moyangnya Emon yaitu Haji Abdul Latief dan sang istri Nyonya Tan Piaw Lung (Mbah Pulung), adalah pencipta nasi jamblang Cirebon.

Sebelum pandemi, kata Emon, rumah makannya selalu ramai pengunjung. Di hari biasa saja, sekitar 100 orang bisa datang untuk makan nasi jamblang di tempatnya. Ia mengaku, jumlah tersebut bisa bertambah pada saat akhir pekan atau libur panjang seperti lebaran.

Namun, karena pandemi Covid-19 dan kebijakan pemerintah yang melarang mudik, rumah makan legendaris ini terancam bakal sepi pengunjung.

"Pengunjung di hari biasa bisa sampai 100 orang. Hari libur sekitar 200 orang. Kebanyakan memang dari kota-kota besar. Mereka kalau pulang kampung pasti mampir ke sini," kata Emon kepada MNC Portal Indonesia, belum lama ini.

Akibat pandemi, omzet yang didapat menurun sampai 75 persen. Hal ini disebabkan karena jumlah pelanggannya berkurang. Untuk mendapat 20 orang pembeli saja diakui Emon sangatlah susah. Imbasnya, ia harus membatasi jam operasional rumah makannya agar tidak terlalu merugi.

"Sekarang nyari 20 orang susah. Hari Minggu lumayan ramai. Secara bisnis memang tidak menguntungkan. Jam buka pun kita batasi," ujar Emon.

Hal terberat yang saat ini Emon harus hadapi adalah membayar gaji karyawannya. Di RM Jamblang Tulen sendiri ada sekitar 14 orang karyawan. Dia lebih memilih mengurangi jam operasional ketimbang merumahkan karyawannya.

Sampai sekarang, Emon masih berusaha untuk terus bertahan dalam situasi sulit ini. Ia berharap agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. Apalagi, sambungnya, kini proses vaksinasi Covid-19 sudah mulai dilakukan.

"Sekarang cuman bisa bertahan. Untuk bayar karyawan saya sampai harus nombok. Ada PSBB atau PPKM juga tidak pengaruh. Kalau keadaan seperti ini, tidak ada yang datang. Jadi saya batasi sendiri. Gak tau sampai kapan. Kita terapkan protokol kesehatan yang ketat. Ini untuk kebaikan kita sendiri," jelas Emon.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya