Perjodohan Berbasis DNA: Ketika Sains Bisa 'Membantu" Temukan Pasangan Ideal

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 19 Mei 2021 12:15 WIB
Ilustrasi hubungan cinta (Foto: Reuters)
Share :

"[Analisis DNA] telah mengubah jalan hidup saya," ujarnya.

Namun, Dr Diogo Meyer, pakar genetika dari University of Sao Paulo, Brasil, memperingatkan bahwa klaim DNA membantu menemukan jodoh ideal "masih terlalu awal".

"Ini masih sesuatu yang kontroversial ... diperlukan studi lanjutan untuk memastikan efek HLA [terhadap keputusan seseorang untuk menentukan pasangan]," terangnya.

Bagi Ami -- bukan nama sebenarnya -- analisis DNA ia harapkan bisa membantunya menemukan jodoh yang ia impikan, setidaknya membantu menemukan orang yang tepat, entah kapan.

Sejak ikut program perjodohan Cheiko Date tahun lalu, perempuan 32 tahun dari Jepang ini menjalin hubungan dengan dua laki-laki.

Ia mengatakan tes DNA "jelas membantunya" mengambil keputusan.

Ia menggambarkan dua laki-laki ini sangat baik, berpendidikan, dan sangat sopan. "Yang menarik adalah, saya bisa mengatakan kalau keduanya adalah orang yang baik ... tapi seperti ada sesuatu yang hilang, dan saya tak tahu mengapa," jelasnya.

Ia lantas berdiskusi dengan Date dan membahas tes DNA.

Disimpulkan dua laki-laki ini "hanya berada pada zoba persahabatan" alias tidak cocok untuk dijadikan suami.

"Meski saya merasa sangat nyaman dengan keduanya, sepertinya ada faktor penting yang hilang [yang membuat saya tak berani melanjutkan hubungan ke tahap yang lebih serius]," lanjutnya.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya