Bercak Darah
Di depan rumah korban, aksi perampokan itu meninggalkan sebuah bercak darah yang berada tepat di depan pagar rumah. Tanda itu menjadi alat bukti pendukung adanya perampokan.
Sementara korbannya kini masih jalani perawatan akibat luka tembak di pahanya. Ia pun masih merintih kesakitan. Tim Dokter masih berusaha mengambil sisa proyektil yang masih bersarang di paha korbannya.
Kakak sepupu korban, Martin (35) menceritakan kejadi itu terjadi pada siang hari sekira pukul 10.30 WIB pagi itu. Kala itu, Jefri baru saja mengambil uang dari bank yang tak jauh dari rumahnya.
“Korban ngambil uang dari bank, lokasinya dekat sini, habis itu pulang ke rumah, langsung dicegat,” ungkap Martin, di lokasi.
Belum sampai masuk teras rumah, empat gerombolan itu langsung mencegatnya menggunakan dua sepeda motor. Sembari menodongkan senpi, para pelaku meminta Jefri menyerahkan sejumlah uangnya.
“Sempet ada aksi perlawanan waktu direbut tasnya tapi langsung ditembak di tempat, di paha kanan,” tambah Martin.
Dari sekilas, Martin menyakini senpi yang digunakan pelaku merupakan senjata laras pendek atau pistol.
(Khafid Mardiyansyah)