Setidaknya 2.500 tentara AS adalah bagian dari misi Afghanistan yang berkekuatan 9.600 orang.
Selama dua tahun terakhir, Australia telah mengurangi jumlah tentaranya di Afghanistan dari sekitar 1.500 orang menjadi sekitar 80 orang.
(Baca juga: Uskup Gereja di Norwegia Serukan Boikot Produk-Produk Israel)
Para pejabat AS dan NATO baru-baru ini mengatakan Taliban, sebuah gerakan Islam garis keras, sejauh ini gagal memenuhi komitmen untuk mengurangi kekerasan di Afghanistan.
Seperti diketahui, sebuah kesepakatan yang ditandatangani pada Februari tahun lalu mengatakan AS dan sekutu NATO-nya akan menarik semua tentaranya dalam 14 bulan jika Taliban menepati janjinya, termasuk tidak mengizinkan al-Qaeda atau militan lain untuk beroperasi di wilayah yang dikuasainya dan melanjutkan pembicaraan perdamaian nasional.
Sebagai syarat untuk memulai negosiasi dengan pemerintah Afghanistan, Taliban juga menuntut pembebasan ribuan orangnya sebagai tawanan tukar.