Mahfud MD Perkuat Dialog, Undang Tokoh-Tokoh Papua Dua Hari Berturut-turut

Riezky Maulana, Jurnalis
Selasa 25 Mei 2021 19:50 WIB
Mahfud MD. (Foto: Dok Kemenko Polhukam)
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku terus melakukan dialog dengan tokoh-tokoh Papua, termasuk tokoh agama yang dikenal memiliki peran penting.

Dialog dilakukan Mahfud sejak dua bulan setelah dilantik sebagai Menko Polhukam, sampai dengan hari ini pasca-kelompok KKB ditetapkan sebagai teroris. 

Dalam pekan ini, Mahfud dan para pejabat utama di Kemenko Polhukam telah mengadakan dialog dengan dua kelompok yang cukup berpengaruh di Papua. Mahfud juga berdialog dengan para anggota DPD yang membidangi urusan Papua. 

Baca juga: Pemerintah Belum Pernah Terpikir Berlakukan Darurat Sipil dan Militer di Papua

Hari Senin (24/5/2021), Mahfud mengundang beberapa Keuskupan di Papua untuk berdialog di kantor Kemenko Polhukam. Dalam dialog itu hadir antara lain Innocentius Rettobjaan (Wakil Uskup Agats), Petrus Canisius Mandagi (Uskup Merauke), Michael Manufandu (Tokoh Papua) dan Kardinal Ignatius Suharyo, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).  

"Kita ajak dialog dan bertukar pikiran dengan siapa saja termasuk dengan beberapa tokoh yang bisa membuka ruang perdamaian dan keamanan bagi masyarakat Papua," tutur Mahfud dalam keterangan tertulis, Selasa (25/5/2021).

Selain dihadiri tokoh-tokoh asal Papua, dialog tersebut turut dihadiri perwakilan dari PBNU yaitu KH. Marsudi Syuhud dan wakil dari MUI, KH. Cholil Nafis. Kemudian pada hari Selasa pagi ini, giliran Mahfud berdialog dengan Komite I DPR yang khusus membidangi soal Papua dan tak lupa melibatkan legislator asal Papua. 

Baca juga: Pemerintah Kutuk Aksi Kelompok MIT di Poso Bunuh 4 Petani

Mahfud menegaskan selain melakukan penegakan hukum, pemerintah tetap akan mengutamakan jalan dialog ihwal penanganan terhadap kelompok separatis.

"Menurut pemerintah, 92 persen masyarakat Papua pro-NKRI, darimana datanya? BIN melakukan survei bersama perguruan tinggi dan lain-lain, kesimpulannya 82 persen mendukung rancangan undang-undang Otsus, sepuluh persen itu bilang terserah, itu berarti setuju dan delapan persen menolak," ucapnya. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya