Gede mengatakan, pelaku melakukan aksi bejat ke anak tirinya ini saat kondisi rumah sedang sepi. Pelaku telah sekitar 4 tahunan melakukan aksi cabulnya terhadap korban.
"Peristiwa pemerkosaan itu panjang, dari korban kelas 2 SMP sampai korban kelas 3 SMA. Untuk menggali peristiwanya ini, kami masih susah karena korban trauma," tukasnya.
"Iya rumah sepi, malam hari dilakukan perbuatan asusila. Karena pelaku mendalami ilmu, korban agak susah melawan. Kadang-kadang korban sadar saat diperkosa, tapi nggak bisa buka mata, segala macam, gitu," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, aksi bejat N viral di media sosial. N disebut memperkosa anak tirinya yang masih duduk di bangku SMA di Sukamulya, Tangerang. Korban disebut depresi berat karena diperkosa ayah tirinya berkali-kali.
(Sazili Mustofa)