BREBES – Sedikitnya terdapat delapan daerah di Jawa Tengah yang kini dinyatakan zona merah penyebaran Covid-19. Selain penanganan secara intensif bagi pasien, pembelajaran tatap muka yang rencananya akan digelar diminta untuk ditunda.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta Pemkab Brebes melakukan evaluasi terkait persiapan pembelajaran tatap muka. Meskipun guru-guru sudah divaksin, namun jika masih zona merah maka tidak boleh dilaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
"Terima kasih guru-guru sudah divaksin sebagai persiapan PTM. Tapu kalau nanti zonanya masih merah, titip ya Pak Wakil (Narjo), jangan izinkan dulu. Gunakan data epidemiologi sesuai PPKM mikronya," kata Ganjar saat kunjungan ke Brebes, didampingi Wakil Bupati Brebes, Narjo, Kamis (10/6/2021).
Ganjar menyatakan, penanganan daerah zona merah tak hanya fokus ke Kudus tetapi juga daerah-daerah lain. Salah satunya Brebes, yang dalam beberapa pekan terakhir terjadi lonjakan kasus di daerah paling barat Jawa Tengah itu.
"Ada delapan Kabupaten/Kota di Jateng yang jadi pengawasan kita, termasuk Brebes ini. Maka hari ini saya ketemu Forkompimda Brebes saya minta penerapan protokol kesehatan tidak boleh berhenti," katanya.
Selain itu, Ganjar juga menegaskan upaya tracing dan testing di Kabupaten itu digenjot. Tidak boleh berhenti hanya demi citra politik. Dia meninjau proses vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan di SMPN 2 Brebes, serta melihat pelaksanaan PPKM mikro di Desa Krasak Kecamatan Brebes.
"Termasuk operasi justisi harus ditingkatkan. Kegiatan keramaian tidak boleh diizinkan dulu," tegasnya.