Dalam keterbatasan tersebut, mantan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka pun sukses memimpin KNPI hingga berakhir masa jabatan.
“Karena saya dari kecil di KNPI, hampir 15 tahun saya di KNPI, itu lah pentingnya KNPI sebagai wadah berhimpun, dulu waktu itu sama bung Idrus (Idrus Marham) kita bertikai karena untuk KNPI, tapi setelah itu kita berteman baik lagi. Bung Idrus menunggu 3 tahun berikutnya menjadi Ketua Umum KNPI,”ulasnya.
Adhyaksa Dault pun mengapresiasi Idrus Marham saat itu yang bertarung dengan fair merebutkan kursi Ketua Umum DPP KNPI.
“Kalau sudah kalah jangan bikin tandingan, kumpulkan orang dan dekati pemerintah cari dukungan itu beleng-beleng namanya,” sindir Adhyaksa Dault.
“Saya paling enggak suka, kalau mau selesaikan urusannya fight lagi di kongres akan datang, ini wadah berhimpun pemuda Indonesia, jangan ditengah jalan bikin lagi tandingan, KNPI satu, Ketuanya siapa? Haris pertama,” tegasnya.