Lebih lanjut Arifin menjelaskan, keterisian tempat tidur yang mencapai 86% hanya menyisakan 900 bed pada RSDC Wisma Atlet. Jika tidak menahan lonjakan maka dalam sehari bisa saja sisa beda RSDC Wisma Atlet akan penuh.
“Sisa bed yang ada tinggal 900 untuk hari ini. jadi kalau sehari bisa masuk 852, terus pasien keluar tidak banyak Ini sudah lampu kuning menjelang merah, bisa satu hari habis,” pungkasnya.
Baca juga: Kadinkes DKI: Keterisian Wisma Atlet Sudah Penuh!
Sementara RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat juga menambahkan tempat tidur terkhusus pada ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Penambahan ini akan diatur di Tower 6 lantai dasar dan Tower 7 lantai dasar.
Adapun penambahan bed untuk UGD tersebut didasarkan bahwa banyaknya pasien yang butuh penanganan khusus di ruang UGD sebelum mendapatkan penanganan lanjutan. Lebih jauh, katanya pasien kebanyakan memiliki keluhan desaturasi.
(Qur'anul Hidayat)