JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kemenhub mengajak semua pihak meningkatkan pelayanan angkutan umum untuk mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Dirjen Hubdat Budi Setiyadi mengatakan bahwa sinergi instansi di kementerian dan lembaga, hingga dunia usaha baik pusat dan daerah diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum di KSPN.
Dia menilai, saat ini diperlukan inovasi hingga peningkatan kualitas dalam mengembangkan pelayanan angkutan umum di kawasan pariwisata tersebut.
"Sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan angkutan wisata berkelas dunia,” Kata Budi dalam sambutannya dalam webinar 'Strategi Meningkatkan Angkutan KSPN dan Angkutan Pariwisata Dalam Mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional', Kamis (24/6/2021).
Kemenhub akan bekerja sama dengan pihak terkait dalam mengintegrasikan angkutan umum di kawasan pariwisata sehingga menghubungkan simpul transportasi antardestinasi dengan menyediakan kendaraan yang laik jalan, kondisi interior yang nyaman, serta menyediakan anggaran subsidi maupun stimulus lainnya.
Baca juga: Memajukan Pariwisata Lewat Konektivitas Transportasi, Seperti Apa Langkahnya?
"Kemenhub mendorong penggunaan sarana transportasi prima juga ramah lingkungan di Kawasan pariwisata yang dikelola oleh usaha kecil dan menengah serta warga masyarakat pada umumnya dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan lalu lintas dan kelestarian lingkungan," ujar Budi.
Budi memastikan bahwa selama pandemi Covid-19 sektor transportasi pariwisata juga menerapkan prokes demi menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung.
Baca juga: Sandiaga Uno Sebut Festival Jazz Angkat Ekonomi Daerah
Dia pun memaparkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2021 pariwisata antara lain pemulihan pariwisata yang difokuskan untuk pengembangan destinasi pada 5 fokus kawasan (Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang), pengembangan aspek 3A (Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas) serta peningkatan pada 2P (peningkatan promosi dan peningkatan partisipasi pelaku usaha swasta), dan pendekatan strorynomic tourism yang mengedepankan narasi, konten kreatif, dan living culture serta menggunakan kekuatan budaya.