Ia mengakui bila kondisi seperti ini kurang memungkinkan diadakan sekolah tatap muka di Kota Malang melihat kondisi banyaknya anak yang terpapar Covid-19. Apalagi usia anak - anak memiliki kerentanan yang lebih tinggi terpapar Covid-19.
"Artinya sekalipun tidak tatap muka, usia anak kan ada yang terkonfirmasi garis merahnya kan seperti itu," kata dia.
Namun sayangnya pihaknya tak mengetahui berapa data pasien Covid-19 anak - anak yang meninggal dunia. "Kalau yang meninggal lupa saya datanya," tukasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Satgas Covid-19 terdapat total 6.933 kasus COVID-19 di Kota Malang, hingga Rabu sore 23 Juni 2021. Rinciannya ada 107 pasien Covid-19 aktif atau menjalani perawatan, 6.172 pasien sembuh, dan 654 pasien Covid-19 meninggal dunia.
(Khafid Mardiyansyah)