Di bidang digitalisasi juga pihaknya sudah menerapkan sistem pemerintah berbasis elektronik di desa, smart village, dimana masyarakat tinggal mengunakan HP untuk mengurus administrasi kependudukan. Pemilihan kepala desa dengan sistem e-voting di 43 desa pada tahun 2021 serta terpilih menjadi kabupaten yang memiliki empat desa cinta statistic (cantik) oleh BPS.
“Hanya memang ada beberapa program yang akibat pandemi COVID-19 tidak terealisasi dikarenakan refocusing angaran. Seperti konektivitas antar wilayah dari jalur sungai ke darat karena memang biayanya mahal. Namun target jangka pendek kita coba menata kota untuk wujudkan desa mandiri dan kabupaten layak anak,” tegasnya.
(Angkasa Yudhistira)