Seorang pejabat pemerintah mengatakan kepada publikasi itu bahwa Kim "tidak menekan rakyat Korea Utara tetapi para pejabat tinggi".
Dia memerintahkan pembentukan departemen baru awal tahun ini untuk fokus pada pemberantasan korupsi di kalangan pejabat, demikian diwartakan Mirro
Korea Utara telah mengalami kesulitan pangan dan ekonomi karena pandemi Covid-19 dan bencana yang terjadi di negara itu dalam beberapa waktu terakhir. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mengatakan negara itu hanya memiliki persediaan dua bulan tersisa.
Meski begitu, Kim Jong-un tetap mengklaim bahwa tidak ada kasus Covid di Korea Utara, meskipun negara itu memberlakukan tindakan penguncian yang ketat, termasuk penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan domestik.
(Rahman Asmardika)