Selain program tersebut, Mesir juga mempromosikan program pendidikan lain yang tidak berfokus pada studi Islam dan bahasa Arab. Program ini dipromosikan sejak tahun lalu dan mendorong pelajar Indonesia untuk melakukan studi bidang-bidang umum seperti arsitektur, sastra, teknik, dan kedokteran di Mesir.
Namun, menurut Dubes Ashraf, pelaksanaan program tersebut sejauh ini terkendala oleh pandemi Covid-19.
“Program ini dimulai tahun lalu. Tetapi sayangnya, kami tidak dapat menyelesaikannya karena pandemi. Kami berharap semoga tahun demi tahun keadaan normal dapat kembali sehingga kami dapat mengirimkan siswa indonesia dalam program ini,” ujarnya.
(Rahman Asmardika)