“Itu diharapkan punya antibodi. Nah antibodi itu dimanfaatkan untuk plasma,” ungkapnya.
Bahkan dia menyebut jika 2,1 juta penyintas bersedia donor maka yang diperkirakan memenuhi syarat tidak sampai 5%. Sehingga suplainya memang akan sulit.
“Jadi secara natural akan terjadi mismatch. Dulu kita sempat antrian terbanyak 1.000 orang tapi sekarang sudah 5.000 orang. Jadi untuk sampai mendapatkan plasma harus nunggu antrian. Ini data seluruh Indonesia,” tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)