(Baca juga: Gerai Pijat Plus-Plus Buka saat PPKM Darurat, 19 Terapis Cantik Diamankan)
Menurut masyarakat tawuran kali ini semakin meresahkan karena remaja yang terlibat semakin bringas. Mereka tidak hanya mengguna batu dan botol kaca, melainkan bom molotov yang dapat membakar permukiman warga.
Tidak adanya efek jera seperti penangkapan pelaku tawuran oleh petugas kepolisian dari Polsek Medan Labuhan juga membuat masyarakat khawatir tawuran merusak rumah dan memakan nyawa warga.
(Baca juga: PPKM Darurat, Pesta Pernikahan di Medan Dibubarkan Polisi)
Akibat tawuran ini sempat terjadi kemacetan selama dua jam. Aksi tawuran berhenti setelah kepala lingkungan setempat menghimbau remaja untuk kembali kerumah masing-masing. Warga berharap menjelang Hari Raya Idul Adha, tidak lagi terjadi tawuran karena dapat mengganggu ibadah masyarakat.
(Susi Susanti)