JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini meminta jajaran pemerintah daerah lebih memperhatikan prediksi potensi bencana lanjutan yang telah dipetakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pascagempa di Pacitan, Jawa Timur, Selasa 27 Juli 2021 malam.
"Berkali-kali kepala BMKG menyampaikan, ramalan ini bukan sekadar ramalan, tapi itu hasil analisa dan penelitian dari para ahli tentang kebencanaan, karena itu alangkah bijaksana kita bisa mengantisipasi agar tidak terjadi korban yang lebih banyak. Sosialisasi pun harus terus-menerus dilakukan," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/7/2021).
Ia menginginkan, jajaran Pemkab Pacitan mengantisipasi prediksi potensi ancaman tsunami di pantai selatan Jawa. Baca Juga: Banjir Kepung Dua Desa di Luwu Sulsel, Seorang Pengendara Nyaris Terseret
Dia mengungkapkan, tiga pesan untuk siaga menghadapi potensi tsunami, pertama, sistem peringatan dini, yakni dengan pengawasan pantai melalui alarm yang akan mengingatkan warga di pantai apabila ada indikasi terjadi bahaya gempa dan tsunami.
Kedua, menyiapkan upaya penyelamatan diri. Hal ini terkait dengan sarana prasarana dan aksesibilitas masyarakat untuk menyelamatkan diri secepatnya ketika terjadi bencana.
Rambu-rambu petunjuk evakuasi, menurut Risma, masih kurang sehingga perlu diperbanyak dan disediakan di tempat-tempat yang memang biasa dikunjungi orang.
Baca Juga: Gempa Pacitan 5,2 Magnitudo, Terasa Sampai Blitar dan Tulungagung
Selain itu, katanya, jalur evakuasi harus diperbanyak serta jembatan menuju Tempat Evakuasi Sementara (TES) yang terputus harus diperbaiki. "Untuk teman-teman Tagana (Taruna Siaga Bencana), saya minta untuk bantu pemetaan evakuasi, hambatannya apa, serta aksesnya seperti apa," katanya.
Ketiga, menggunakan kearifan lokal. Ia mengatakan, kearifan lokal yang sudah ada dapat digunakan karena telah teruji sejak lama.