Kisah Runtuhnya Kerajaan Singasari: Prabu Kertanegara Dibunuh Dalam Keadaan Mabuk

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 29 Juli 2021 07:41 WIB
Illustrasi Prabu Kertanegara (foto: istimewa)
Share :

Penyerangan mulai dipersiapkan lagi dan ditambah persiapan pasukan yang ada di desa Kurawan dan Kembangsari, sedangkan pasukan Singasari dipimpin oleh Raden Wijaya dengan kekuatan yang sudah berkurang. Disamping banyak yang gugur dan sebagian lagi dibawa oleh Arya Ardharaja yang bergabung dengan pasukan Ayahandanya.

Meskipun Raden Wijaya berjuang bersama pasukannya yang gagah berani, sangat tidak mungkin baginya untuk memenangkan pertempuran dengan kondisi pasukan yang sangat minim. Penghianatan Arya Ardharaja sangat berpengaruh pada peta kekuatan Raden Wijaya. Maka semangat pasukan Raden Wijaya menjadi surut dan kemudian memilih mundur bersama kedua belas pengikutnya yang masih setia, antara lain : 1. Lembusora, 2. Gajah pagon, 3. Medang Dangdi, 4. Mahisa Wagal, 5. Nambi, 6. Banyak Kapuk, 7. Kebo Kapetengan, 8. Wirota, 9. Wiragapati, dan 10. Pamandana.

Menurut kitab Negarakartagama para pengikut Raden Wijaya adalah Banyak Kapuk, Ranggalawe, Pedang, Lembusora, Dangdi dan Gajah Pagon.

Dengan mundurnya Raden Wijaya beserta sisa-sisa pasukannya, maka kemenangan berada di pihak pasukan Daha yang dipimpin oleh Adipati Jayakatwang. Mereka dengan mudahnya memasuki pusat kerajaan Singasari, kemudian Prabu Kertanegara dibunuh oleh Jayakatwang, dalam keadaan mabuk minuman keras seperti tuak dan sebagainya. Dan selanjutnya pusat kerajaan atau keraton Singasari dihancurkan, kemudian pusat pemerintahan dipindah ke Kediri, dan dikendalikan oleh Jayakatwang pada tahun 1292. (din)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya