TIDAK lama setelah kejatuhan Kerajaan Sriwijaya, tepatnya di daerah Jawa Timur, Indonesia, berdirilah Kerajaan Majapahit.
Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya menjadi kemaharajaan raya yang menguasai wilayah yang luas di Nusantara pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, yang berkuasa pada 1350 hingga 1389.
Baca juga: Mahapatih Gajah Mada Pilih Bertapa Usai Lepas Jabatan di Majapahit
Kata Nusantara berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu nusa yang berarti “pulau” dan antara yang berarti “luar”. Sehingga, tak jarang Nusantara digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar Majapahit (Jawa).
Secara konten, kata Nusantara kita dapatkan dari Sumpah Palapa, Patih Gajah Mada yang tercatat dalam Kitab Pararaton (Raja-Raja), yang disampaikan dalam upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit (tahun 1258 Saka/1336 M).
Baca juga: Cerita Majapahit Serang Lumajang Demi Air di Ranu Klakah
Isi dari sumpah tersebut adalah; Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa”.