JAKARTA - Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto menyebutkan, sampai saat belum ada pembentukan bibit siklon yang berpotensi menimbulkan badai siklon tropis di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat tetap tenang menanggapi informasi tersebut.
Pernyataan ini menanggapi informasi beredar di terkait adanya badai Australia yang berlangsung sejak 5 hingga 8 Agustus pukul 02.00 Wita. Informasi itu disertai gambar dari aplikasi situs windy.com.
"Menanggapi informasi yang beredar tentang potensi bibit siklon tropis di wilayah Nusa Tenggara Timur dalam beberapa hari ke depan, BMKG menegaskan saat ini tidak terdeteksi potensi badai tropis di wilayah selatan Indonesia maupun di sekitar Australia," tutur Guswanto dalam keterangan tertulis, Jumat (6/8/2021).
Lebih lanjut dia menjelaskan, terkait kondisi cuaca di wilayah NTT, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terbaru, teridentifikasi adanya pola pusat tekanan tinggi di wilayah benua Australia bagian selatan dengan tekanan udara hingga mencapai 1.034 mb. Menurutnya, keberadaan pusat tekanan tinggi di wilayah itu memicu peningkatan kecepatan angin di beberapa wilayah di Indonesia, terutama di Indonesia bagian selatan ekuator termasuk wilayah NTT.
Kondisi dinamika atmosfer tersebutlah yang dapat memberikan dampak yang cukup signifikan pada timbulnya angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah perairan di sekitar NTT. Akan tetapi, perku diperhatikan angin kencang yang terjadi saat ini bukan badai atau siklon sebagaimana Siklon Tropis Seroja yang terjadi pada awal April.
"Angin kencang yang saat ini terjadi di wilayah NTT masih dapat terjadi hingga beberapa hari kedepan. BMKG, baik di kantor pusat maupun UPT daerah di seluruh Indonesia terus melakukan pemantauan kondisi cuaca di wilayah Indonesia dan menginformasikannya melalui berbagai kanal informasi," ujarnya.
Baca Juga : Gempa Magnitudo 4,4 Terjadi di Bitung Sulut