Cetak Sejarah, Porter Perempuan di Machu Picchu: Kami Diberi Kesempatan Akhiri Diskriminasi

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Senin 09 Agustus 2021 17:57 WIB
Para perempuan pertama bekerja di Inca Trail pada 2017. (Foto: Evolution Treks Peru)
Share :

"Kemudian saya menyadari bahwa saya bisa, dan itu membuat saya lebih kuat."

Ada juga yang menggerutu tentang portir perempuan yang membawa beban lebih ringan daripada pria (15kg, sementara beban pria 20kg) tapi mendapatkan upah yang sama (915 sol, atau sekitar Rp3,35 juta) sebulan selama 16 hari kerja, ditambah 398 sol tambahan, atau sekitar Rp1,45 juta, dari tip.

Namun sedikit demi sedikit, seiring munculnya pemandu dan porter perempuan di sepanjang Inca Trail, pendapatan mereka semakin meningkat.

"Kami diberi kesempatan yang selama ini dicari para perempuan, untuk mengakhiri diskriminasi," kata porter dan koki Evolution Treks Silvia Flor Gallegos Flores.

"Untuk menunjukkan kepada dunia bahwa perempuan setara dalam pekerjaan pria, tidak hanya di Inca Trail, tetapi dalam hal lain. Kami memiliki kemampuan mental dan fisik untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Kami lebih dari apa yang telah diajarkan kepada kami. "

Flores bermimpi menjadi pemandu utama dan suatu hari memiliki bisnis sendiri.

"Saya ingin benar-benar mandiri," katanya.

"Saya tidak ingin bergantung pada orang lain."

Dorongan untuk mendefinisikan kembali peran perempuan Peru dalam masyarakat tidak terbatas pada Evolution Treks.

"Kami memaksa pesaing kami untuk melakukan hal yang sama," kata Góngora.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya