Kisah Stutterheim, Kepala Arkelog Belanda yang Telusuri Kerajaan Majapahit

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 10 Agustus 2021 06:31 WIB
Situs peninggalan kerajaan Majapahit (foto: istimewa)
Share :

LEBIH dari seratus tahun, arkeolog berusaha memecahkan teka-teki tempat keberadaan Keraton Majapahit. Umumnya mereka mengetahui lokasinya berada di Trowulan, sebuah desa berjarak sekitar 50 km, sebelah barat daya Surabaya, Jawa Timur.

Sayangnya, hingga saat ini yang tertinggal di daerah itu hanyalah reruntuhan batu-bata bekas bangunan dan jalan. Bekas-bekas penggalian lama dari para pemburu harta karun dan peninggalan sejarah semasa kolonial juga terlihat di sana.

Baca juga:  Kisah Gajah Mada Perkenalkan Nusantara Lewat Sumpah Palapa

Amrit Gomperts, peneliti independen studi Jawa Kuno dan Sansekerta asal Belanda, memperkirakan bahwa lebih dari lima juta meter kubik tanah beserta segala isinya telah lenyap dari situs Trowulan sejak 1816. Demikian dilansir dari Indonesia.go.id.

Baca juga:  Mahapatih Gajah Mada Pilih Bertapa Usai Lepas Jabatan di Majapahit

Akibat keserakahan para pemburu harta dan pusaka zaman kolonial, pengetahuan tentang di mana lokasi sesungguhnya keraton Majapahit seperti hilang ditelan zaman.

Tahun 1941, Kepala Badan Arkeologi Hindia Belanda Willem Frederik Stutterheim (1892-1942) berhasil membuat denah rinci rekonstruksi Keraton Majapahit. Tetapi dalam catatan monografnya dia sama sekali tidak memberitahukan di mana lokasi tepatnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya