Puisi Firli Bahuri Semarakkan Tahun Baru Islam

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 10 Agustus 2021 16:15 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri (Foto: Sindo)
Share :

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengucapkan selamat tahun baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriah.

Dia mengatakan bahwa meski tidak dapat dirayakan seperti tahun-tahun sebelumnya karena masih pandemi Covid-19, namun esensi pergantian tahun baru Islam tetap sama.

"Kami yakin makna dan esensi yang terkandung di dalam tahun baru Islam akan selalu menjadi penyemangat bagi kita semua untuk senantiasa bangkit dalam situasi dan kondisi apapun yang dihadapi bangsa ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/8/2021).

Menurut Firli, tak sedikit nilai-nilai luhur yang dapat digali dari peristiwa demi peristiwa dalam sejarah tahun baru Islam. Salah satunya, kata dia, kisah hijrah Nabi Muhammad SAW dari Kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi yang menjadi inspirasi karena banyak memberikan tauladan baik bagi kehidupan seluruh umat manusia.

Baca juga: Ucapkan Tahun Baru Islam 1443 H, Ketum Ajak Umat Tingkatkan Ibadah Kepada Allah

"Hijrah secara bahasa berarti berpindah dari sesuatu ke sesuatu yang lain atau menjauhi sesuatu, namun dalam pandangan lebih luas lagi, hijrah dapat dimaknai sebagai wujud nyata keyakinan, kesungguhan, serta kerelaan luar biasa seseorang untuk memutus dan meninggalkan hal-hal negatif ke arah positif dalam hidupnya," jelasnya.

Nabi Besar Muhammad SAW mengatakan, orang yang berhijrah adalah orang yang menjauhi apa yang dilarang Allah SWT, yakni perbuatan jahat, buruk dan tercela, kemudian beralih pada perbuatan baik dan mulia.

Baca juga: Tahun Baru Islam 1443H, Ini Pesan Mendalam dari Ustadz Adi Hidayat

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِّهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيْمَانِ

Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran, maka hendaknya ia menghilangkannya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Orang yang tidak mampu dengan lisannya, maka dengan hatinya. Dan dengan hati ini adalah lemah-lemahnya iman.(HR. Muslim)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya