Nakes Diduga Rekayasa Form Data Covid-19 Pasien, RSU Tangsel Akui Ada Kelalaian

Hambali, Jurnalis
Rabu 18 Agustus 2021 16:51 WIB
Covid-19.(Foto:Dok Okezone)
Share :

TANGERANG SELATAN - Keluarga salah satu pasien di RSU Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memprotes dugaan rekayasa form data formulir penyelidikan epidemiologi Covid-19 oleh tenaga kesehatan (nakes).

Hal itu terungkap saat suami pasien berinisial AM, mengurus dokumen surat-surat dari nakes di bagian perawatan. AM kaget lantaran dalam beberapa lembar dokumen tertera poin-poin kondisi medis istrinya yang akan menjalani proses lahiran secara secar.

"Dari awal saya ikutin prosedurnya, harus bolak-balik fotokopi segala macem. Setelah saya baca, kok ada yang janggal ini. Pihak nakes belum pernah menanyakan riwayat medis itu ke istri saya, tapi kok sudah ada hasilnya di lembaran dokumen ini," katanya di RSU, Jalan Pajajaran, Pamulang, Rabu (18/08/21).

Baca Juga: Kesembuhan Covid-19 Hari Ini 14 Ribu Lebih Banyak dari Kasus Positif

Dalam formulir penyelidikan Covid itu tertera beberapa poin pertanyaan mengenai informasi klinis pasien. Di mana jawabannya cukup dengan mencentang pilihan 'Ya', 'Tidak', dan 'Tidak Tahu'.

Poin-poin tersebut menjelaskan jika pasien mengalami batuk, filek, sakit tenggorokan, sesak nafas, sakit kepala, serta suhu tubuh yang dicentang dengan keterangan lebih dari 38 derajat celcius.

"Saya khawatirnya, ini adalah framing untuk mengarahkan bahwa istri saya Covid. Padahal belum ditanya apa-apa. Istri saya nggak ada batuk, nggak ada sesak, termasuk belum dicek suhu, tapi udah keluar semua hasilnya di formulir ini. Kenapa diagnosisnya udah muncul?. Kita protes ini," ucapnya.

Menurut AM, nakes yang bersangkutan sempat berupaya mengambil formulir tersebut darinya dan meminta maaf langsung atas kekhilafan yang terjadi.

"Tadi di dalam sudah minta maaf, formulirnya mau diambil. Tapi ini saya simpan sebagai bukti saya aja. Saya ingin pelayanan kesehatan di sini transparan tidak merugikan masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, pihak RSU Tangsel mengakui bahwa apa yang dilakukan Nakesnya tanpa wawancara langsung dengan pasien bersangkutan merupakan sebuah kelalaian. Apalagi sampai mengisi sendiri jawaban seputar form penyelidikan Covid tersebut.

"Itu kelalaian. Karena kan data itu harusnya ditanyakan langsung, kan itu form," ucap Dokter Taufik yang mewakili bagian perawatan RSU Tangsel.

Namun Taufik enggan berkomentar lebih jauh mengenai kejadian itu. Dia mengaku akan berkoordinasi lebih lanjut untuk bisa menjelaskan secara utuh mengapa nakes merekayasa isi form tersebut.

"Nanti lah, kita kordinasi dulu," jelasnya.

Menurut AM, nakes yang bersangkutan sempat berupaya mengambil formulir tersebut darinya dan meminta maaf langsung atas kekhilafan yang terjadi.

"Tadi di dalam sudah minta maaf, formulirnya mau diambil. Tapi ini saya simpan sebagai bukti saya aja. Saya ingin pelayanan kesehatan di sini transparan tidak merugikan masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, pihak RSU Tangsel mengakui bahwa apa yang dilakukan nakesnya tanpa wawancara langsung dengan pasien bersangkutan merupakan sebuah kelalaian. Apalagi sampai mengisi sendiri jawaban seputar form penyelidikan Covid tersebut.

"Itu kelalaian. Karena kan data itu harusnya ditanyakan langsung, kan itu form," ucap Dokter Taufik yang mewakili bagian perawatan RSU Tangsel.

Namun Taufik enggan berkomentar lebih jauh mengenai kejadian itu. Dia mengaku akan berkoordinasi lebih lanjut untuk bisa menjelaskan secara utuh mengapa nakes merekayasa isi form tersebut.

"Nanti lah kita kordinasi dulu," jelasnya.

(Sazili Mustofa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya