Menurut AM, nakes yang bersangkutan sempat berupaya mengambil formulir tersebut darinya dan meminta maaf langsung atas kekhilafan yang terjadi.
"Tadi di dalam sudah minta maaf, formulirnya mau diambil. Tapi ini saya simpan sebagai bukti saya aja. Saya ingin pelayanan kesehatan di sini transparan tidak merugikan masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, pihak RSU Tangsel mengakui bahwa apa yang dilakukan nakesnya tanpa wawancara langsung dengan pasien bersangkutan merupakan sebuah kelalaian. Apalagi sampai mengisi sendiri jawaban seputar form penyelidikan Covid tersebut.
"Itu kelalaian. Karena kan data itu harusnya ditanyakan langsung, kan itu form," ucap Dokter Taufik yang mewakili bagian perawatan RSU Tangsel.
Namun Taufik enggan berkomentar lebih jauh mengenai kejadian itu. Dia mengaku akan berkoordinasi lebih lanjut untuk bisa menjelaskan secara utuh mengapa nakes merekayasa isi form tersebut.
"Nanti lah kita kordinasi dulu," jelasnya.
(Sazili Mustofa)