Wakili DKI Jakarta, Ini Cerita Kiandra Muchlisya Tentang Suka Duka Jadi Paskibraka Nasional

Widya Michella, Jurnalis
Kamis 19 Agustus 2021 01:01 WIB
Anggota Paskibraka Nasional 2021. (Foto: Biro Pers Setpres)
Share :

JAKARTA - Salah satu perwakilan DKI Jakarta dalam Paskibraka Nasional 2021, Kiandra Muchlisya (16 tahun) turut membagikan pengalamannya saat terpilih menjadi pasukan pengibaran bendera untuk istana negara pada (17/8/2021) lalu.

Pada awalnya ia diajak oleh kakaknya yang merupakan Paskibraka di kota Jakarta Timur. Usai melakukan seleksi di kota, ia berhasil lanjut ke tahap provinsi hingga nasional.

BACA JUGA: Anggota Tim Indonesia Tangguh Kibarkan Sang Merah Putih di Istana Merdeka 

"Aku ikut seleksi datang ke Wali Kota Alhamdulillah lulus di Kota kurang lebih 1 bulan latihan di sana ada pemilihan seleksi provinsi dan nasional gak nyangka langsung lolos nasional,"ucap Kiandra saat dihubungi MPI, Rabu,(18/8/2021).

Untuk penyeleksian dilakukan dengan cara tes kesehatan dan tes pengetahuan umum.

"Sebenarnya yang paling utama itu fisik, soalnya paskibra itu kan semi militer kak jadi yang pastinya push-up, sit up, lari lalu mata itu penting dan postur tubuh,"tambahnya.

Ada beban tersendiri bagi Kiandra saat menjadi perwakilan untuk ibu kota Indonesia dimana ketakutannya jika tidak dapat menampilkan yang terbaik. Namun pada akhirnya ia berhasil menjadi petugas pagi Paskibraka Nasional dalam pasukan 45 bayangan shaf 3 Banjar 1.

BACA JUGA: Bangga Terpilih Jadi Pengibar Bendera HUT RI Ke-76, Ini Testimoni Anggota Paskibraka Nasional

"Awalnya aku sempat berpikir seperti itu namun seiring berjalannya waktu aku udah terbiasa dengan kegiatan ini udah berbaur aja udah lama-lama dijalanin aja,"ujarnya.

Pemuda yang lahir Depok, 7 Januari 2005 ini turut membagikan cerita saat masih Diklat di PPPON Cibubur Jakarta Timur.

"Jadi biasanya kegiatan itu ada kegiatan pelatihan sama kegiatan materi malam. Kami biasanya mulai bangun jam 4 kita udah siap-siap berangkat salat subuh di mushola lalu sarapan terus kegiatan diklat atau latihan lapangan itu jam 7 full latihan yang emang tujuan utamanya itu buat upacara pengibaran bendera,"jelasnya.

Ia menjelaskan latihan upacara di lapangan dilakukan hingga pukul 5 sore. Setelah itu malamnya di lanjutkan dengan pemberian materi oleh tim Diklat melalui video conference di kamar masing-masing hingga pukul 9 malam.

"Kegiatan materi malam itu biasanya kayak ada pengarahan-pengarahan misalnya belajar public speaking, menjadi ketua, pengamalan nilai-nilai Pancasila. Itu kita full cuma ada di Cibubur doang hanya gladi yang berangkat ke istana negara,"urainya.

Ia mengaku menjadi Paskibraka Nasional di masa pandemi cukup berbeda karena seluruh peserta harus menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.

"Untuk interaksi biasanya dalam satu kamar ini ada dua kasur kalau tahun-tahun sebelumnya itu 1 kamar 2 orang karena ada dua kasur untuk saat ini satu kamar itu cuma sendiri kak. Kemudian kita pun boleh lepas masker cuman di kamar lalu kita juga harus make doubel masker yang di dalam itu masker medis dan di luarnya pakai masker yang dipakai saat pengibaran biar terbiasa sama maskernya," paparnya.

"Ekspektasi waktu pengukuhan itu kayak bakal salaman gitu atau enggak gimana tapi ternyata emang harus jaga jarak terus awal latihan juga sesak banget kak sampai nggak kuat karena double masker," urainya.

"Harapannya semoga ulang tahun Indonesia yang ke 76 ini Indonesia kedepannya ekonomi jadi lebih maju, pemerintahannya lebih bijak dan lebih sering mendengar suara rakyatnya gitu. Semoga makin aman aja dan nggak ada kerusuhan-kerusuhan lainnya," harapnya.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya