"Meninggal pagi tadi jam 03.30 WIB. Tadi sudah dimakamkan jam 10.00 WIB satu liang lahat dengan almarhum bapak saya. Kebetulan saya yang mandikan jenazah, almarhum ada luka dibagian lengan, dahi dan kepala," ujarnya di Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (22/8/2021).
Menurutnya, keluarga baru mendapatkan kabar ihwal Novandri yang menjadi korban Insiden tersebut selepas kumandang adzan Magrib. Setelah mengetahui kabar tersebut, keluarga mendatangi RS UI Depok untuk mengetahui kondisi Novandri.
"Keterangan dokter, luka yang dialami almarhum itu batang otaknya, jadi kemungkinan untuk hidup itu kecil," katanya.
Mendapat kabar tersebut, keluarga pun mengikhlaskan kepergian Novandri yang sangat menyayat kalbu. Pasalnya, Novandri sendiri merupakan seorang tulang punggung keluarga.
"Keluarga sudah merelakan bahwa almarhum tidak mungkin selamat dari insiden itu. Harapannya ke depan semoga tidak ada lagi kejadian serupa," tuturnya.
(Fakhrizal Fakhri )