Reynhard juga menyebutkan tantangan dalam pembinaan napiter, antara lain sebagian napiter tidak mau berubah dan merasa nyaman dengan kehidupan sebelumnya dan memegang kuat ideologinya.
Baca Juga: BIN Deteksi Dini Kelompok Teroris yang Miliki Kedekatan Ideologis dengan Taliban
Menurut dia, ada pula napiter yang takut ancaman kelompok atau jaringannya karena akan membahayakan keselamatan diri dan keluarganya.
Tantangan lain, lanjut dia, adalah kekhawatiran akan ketidakmampuan secara finansial setelah bebas dan mungkin terpengaruh kembali untuk bergabung dengan jaringannya. "Tantangan terakhir adalah kurangnya partisipasi masyarakat dalam mendukung reintegrasi sosial napiter," katanya.
(Arief Setyadi )