“Saya tidak punya uang untuk membeli seragam, ada uang sedikit tapi ini untuk bekal makan sekeluarga hingga tiga hari ke depan,” tuturnya pilu.
Dengan keterbatasan yang dimilikinya, Tanto memang begitu berat menjalani hidupnya membesarkan dan menghidupi keempat anaknya, bahkan untuk tinggal di rumah yang layak huni pun sangat sulit.
Hal ini menimbulkan simpati masyarakat, organisasi kemasyarakatan Respect Peduli Lebak menggalang bantuan untuk membangun rumah tidak layak huni milik Tanto.
"Dua tahun lalu kami swadaya membantu merenovasi rumah Pak Tanto. Hingga saat ini kami dari Respect Peduli Lebak bahkan masih ada utang kurang lebih sisa Rp10 jutaan lagi ke material. Sekarang ini anak-anaknya sedang berjuang untuk terus bisa sekolah, semoga ada dermawan yang tergerak hati untuk membantu mereka," ujar Delima Humairo penuh harap.
(Qur'anul Hidayat)