JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko berencana melaporkan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) ke pihak kepolisian. Laporan tersebut buntut tudingan ICW terkait keterlibatan Moeldoko dalam bisnis obat Ivermectin dan impor beras.
Kuasa Hukum ICW, M Isnur merespons soal rencana pelaporan Moeldoko ke polisi tersebut. Isnur menekankan bahwa ICW sudah berulang kali menjelaskan penelitiannya soal obat Ivermectin tidak menuding siapapun. Terlebih, kepada Moeldoko.
"Hal itu telah pula kami sampaikan dalam tiga surat jawaban somasi kepada Moeldoko melalui kuasa hukumnya, Otto Hasibuan. Sebab, jika dicermati lebih lanjut, siaran pers yang berjudul 'Polemik Ivermectin: Berburu Rente di Tengah Krisis' selalu menggunakan kata 'indikasi' dan 'dugaan'," kata Isnur saat dikonfirmasi, Rabu (1/9/2021).
Baca Juga: Moeldoko Akan Laporkan Peneliti ICW ke Polisi soal "Pemburu Rente"
Isnur menyebut bahwa Moeldoko salah dalam melihat konteks penelitian ICW. Sebab, kata Isnur, yang digambarkan ICW adalah indikasi konflik kepentingan antara pejabat publik dengan pihak swasta, bukan sebagai personal ataupun individu.
Sedangkan terkait ekspor beras, dijelaskan Isnur, pihak Moeldoko justru terus menerus mendaur ulang isu tersebut. Padahal, dalam berbagai kesempatan kami sudah tegas menyampaikan bahwa pernyataan itu adalah mis-informasi.
"Karena yang benar adalah mengirimkan kader HKTI atau petani ke Thailand untuk mengikuti program pelatihan. Selain itu, khusus untuk ekspor beras ini, ICW juga telah meminta maaf atas kekeliruan pernyataan tersebut," terangnya.
Baca Juga: Moeldoko: KSP Dukung Pengembangan Alat Tes Antigen Buatan Lokal
Isnur menerangkan persoalan mis-informasi ekspor beras tersebut bukan hal utama. Karena, poin krusial yang harus dijelaskan Moeldoko yakni soal komunikasi dirinya dengan Sofia Koswara selaku Wakil Presiden PT Harsen sekaligus Chairwoman Front Line Covid-19 Critical Care (FLCCC) di Indonesia.
"Yang harus dijelaskan oleh Moeldoko adalah apa motivasinya bertemu atau berkomunikasi dengan Sofia Koswara lalu meminta pengurusan surat izin edar Ivermectin? Apa karena kedekatan Sofia Koswara dengan anaknya karena tergabung dalam perusahaan yang sama? Sebagaimana dalam penelitian ICW," tekannya.