Kisah Ken Arok dan Kaum Brahmana Provokasi Rakyat untuk Lawan Raja Kertajaya

Avirista Midaada, Jurnalis
Minggu 05 September 2021 08:02 WIB
Ken Arok (foto: ist)
Share :

Singkat cerita, kaum brahmana meminta tolong ke Ken Arok yang berhasil menggulingkan pemerintahan Tunggul Ametung, untuk mengembalikan marwah agama. Ken Arok yang kalau itu menjadi penguasa Tumapel bergelar abhiseka Rajasa Sang Amurwabhumi ini menerima kaum brahmana dengan senang hati.

Menurut Ken Arok, ia dan kaum brahmana memiliki hubungan yang kuat. Apalagi masa kecil Ken Arok pernah berguru ke dua brahmana, Mahaguru Tantripala dan Lohgawe. Sehingga Ken Arok yang datang dari golongan sudra amat menghargai dan hormat kepada brahmana.

Baca juga:  Tewasnya Anusapati di Tangan Anak Ken Arok saat Main Sabung Ayam

Oleh kaum brahmana dari Kediri dan Tumapel pun, Ken Arok dianugerahi gelar Batara Guru dan titisan Dewa Syiwa. Ken Arok oleh kaum brahmana dipandang sebagai manifestasi Dewa Syiwa di muka bumi. Gelar ini dipandang sebagai usaha melegitimasi dan dukungan moral kaum brahmana ke Ken Arok untuk kembali membalikkan marwah agama Hindu, selain tentu untuk mengalahkan Raja Kertajaya.

Kaum brahmana pun turut melakukan provokasi kepada rakyat agar tak patuh kepada pemimpin yang menistakan agama. Sontak saja karena panggilan agama inilah akhirnya rakyat Kediri turut memberikan perlawanan kepada pemimpinnya sendiri.

Sebab yang memerintahkan hal itu adalah kaum brahmana yang dipandang rakyat sosok suci, mereka pun patuh. Rakyat Kediri akhirnya balik mendukung brahmana dan Ken Arok untuk mengalahkan Raja Kertajaya. Mereka atas seruan kaum brahmana ikut andil terjun ke medan pertempuran untuk melawan pemimpinnya, Kertajaya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya