JAKARTA – Enam warga Palestina dilaporkan melarikan diri penjara super ketat di Israel pada Senin, (5/9/2021).
Kasus ini menggegerkan sejumlah pejabat serta anggota kepolisian Israel, sehingga harus bergerak cepat mencari narapidana yang telah kabur. Adapun sekumpulan fakta terkait pelarian diri tersebut, berikut penjelasannya:
BACA JUGA: 6 Warga Palestina Kabur dari Penjara Berkeamanan Tinggi Israel
1.Sedang Dalam Pengejaran
Informasi kaburnya 6 tahanan Palestina, membuat polisi Israel melakukan pengejaran besar-besaran terhadap tahanan-tahanan tersebut.
Sejumlah pejabat Israel mengungkapkan polisi telah memasang penghalang jalan dan melakukan patroli di daerah tersebut. Radio Tentara Israel menjelaskan 400 tahanan dipindahkan sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan adanya upaya pelarian lain.
2. Bukan “Insiden Serius”
Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, menganggap kaburnya tahanan Palestina ini sebagai “insiden serius'' yang membutuhkan upaya maksimal dari berbagai cabang keamanan Israel. Dirinya terus memantau perkembangan kasus pembobolan penjara itu, yang terjadi hanya beberapa jam sebelum Israel memperingati Tahun Baru Yahudi.
BACA JUGA: Perdana Menteri Israel Hukum Menteri Pertahanan Usai Pertemuan dengan Presiden Palestina
Namun, pihak berwenang percaya bahwa para tahanan yang melarikan diri bukan sebuah ancaman bagi masyarakat umum sehingga tidak ada instruksi bagi orang-orang untuk mengubah rutinitas mereka.
3.Tahanan Merupakan Anggota Jihad
Media Israel melaporkan lima dari enam tahanan itu adalah anggota gerakan Jihad Islam dan satu adalah mantan komandan kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Partai Fatah.
Salah satunya adalah Zakaria Zubeidi, pemimpin Brigade Martir Al Aqsa Fatah yang melakukan serangan mematikan terhadap Israel selama pemberontakan Palestina pada periode 2000-2005.