JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan saat ini pemerintah masih menyusun kebijakan pergeseran dari pandemi ke endemi. Namun, salah satu kalkulasi yang harus dipertimbangkan adalah munculnya varian-varian baru.
Karena itu, meski kekinian kondisi penanganan Covid-19 sudah membaik, namun seluruh lapisan masyarakat diminta tidak lengah. Jika itu terjadi, maka akan kembali memunculkan lonjakan kasus, yang berdampak pada kembali diterapkannya PPKM Darurat.
“Meski optimis, kita harus tetap hati-hati. Mobilitas penduduk kini sudah mulai meningkat lagi. Jangan sampai pemerintah terpaksa menerapkan PPKM Darurat lagi,” ungkapnya dikutip dari rilis resmi KSP, Kamis (9/9/2021).
Baca juga: Vaksinasi Covid-19, TNI AU Serbu Berau Kaltim
Walaupun COVID-19 mengubah sektor dengan sangat cepat dan semua negara gagap menghadapinya, Moeldoko mengatakan bahwa pemerintah Indonesia selalu bersiap menghadapi pandemi dengan tiga kebijakan besar.
Pertama, melalui pendekatan kesehatan, di mana tidak boleh banyak orang yang meninggal akibat COVID-19. Kedua, melalui pendekatan perut, di mana jangan ada perut masyarakat yang kosong.
Baca juga: 10.650 Pasien Covid-19 Sembuh, Ini 10 Provinsi Terbanyak
Terakhir, melalui pendekatan insentif, di mana jangan sampai usaha baik koperasi maupun korporasi berhenti akibat pandemi.
Moeldoko juga menyebutkan tentang positivity rate Indonesia per 6 September yang sudah turun menjadi 6,97%. Angka ini menurun drastis dari positivity rate pada Juli-Agustus yang berada di atas 15%.