JAKARTA - Kebakaran melanda Lapas Tangerang yang terletak di Jalan Veteran, Babakan, Kota Tangerang pada Rabu 8 September 2021 dini hari. Kejadian tersebut menelan banyak korban jiwa.
Berikut fakta-fakta kebakaran Lapas Tangerang:
1. Diduga Akibat Korsleting Listrik
Kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik. Menurut Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, petugas masih mengidentifikasi lebih lanjut apa penyebab utama adanya kebakaran tersebut.
"Tadi saya sudah lihat di TKP, berdasarkan pengamatan awal patut diduga karena terjadi hubungan pendek arus listrik nanti akan didalami lagi," ujarnya.
2. Api Bersumber dari Blok C
Menurut Kapolrestro Tangerang, Kombes Pol Deonijiu De Fatima api mulai terlihat sekira jam 01.45 WIB dini hari. Api diduga berasal dari Blok C.
"Api berhasil dipadamkan pukul 3 pagi. Api berkobar dari jam 01.45 WIB. Kemungkinan besar kebakaran ini berlangsung selama dua jam lebih," kata Deonijiu.
Baca Juga: Foto-Foto Suasana Lapas Kelas I Tangerang Pascakebakaran
3. Dihuni Napi Narkoba dan Pembunuhan
Menkumham Yasonna Laoly mendapat informasi bahwa korban yang tewas akibat kebakaran yakni warga binaan kasus terorisme, pembunuhan, dan narkoba. Sayangnya, ia tak merinci korban tersebut. Blok C2 diketahui memang dihuni napi narkoba dan pembunuhan.
"Data yang saya peroleh menyebutkan ada 41 orang yang meninggal akibat kebakaran ini. Salah satu korban meninggal adalah warga binaan kasus terorisme, satu tindak pidana pembunuhan, sementara lainnya narkoba," ungkapnya.
Lapas Kelas I Tangerang saat ini dihuni oleh 2.072 orang. Sedang Blok C yang terbakar dihuni oleh 122 orang.
4. Sebanyak 41 Narapidana Meninggal
Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang dini hari menyebabkan 41 orang narapidana meninggal dunia dan dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Beberapa orang lainnya mengalami luka-luka, dan mereka masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Baca Juga: Keluarga Harap Hasil Identifikasi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Segera Keluar
Berdasarkan keterangan lebih lanjut, jumlah korban tewas ada 41 orang. Sementara itu, ada 81 korban luka-luka, terdiri atas 73 korban luka ringan dan 8 korban luka berat.
5. Over Kapasitas
Menkumham Yasonna Laoly menyebut Lapas Kelas 1 Tangerang overkapasitas hingga 400%. Ia menyebut overkapasitas di dalam merupakan persoalan klasik.
"Lapas ini overkapasitas hingga 400 persen, dan ini memang persoalan klasik. Hampir terjadi di setiap lapas lainnya," jelasnya dalam jumpa pers di Lapas Kelas 1 Tangerang.
Total seluruh warga binaan yang menghuni Lapas Kelas I Tangerang berjumlah 2.702 orang. Padahal, kapasitas maksimal hanya sekitar 900 warga binaan. Blok C2 yang terbakar penghuninya sebanyak 122 orang.
6. Periksa 20 Saksi
Hingga saat ini, sebanyak 20 saksi dari peristiwa kebakaran di Lapas Klas I Tangerang diperiksa pihak kepolisian setempat. Para saksi terdiri dari warga binaan yang selamat maupun petugas lapas yang berjaga saat kebakaran terjadi.
"Kami telah mengumpulkan barang bukti, dan juga mengumpulkan saksi sebanyak 20 orang, yang terdiri dari petugas jaga, lalu orang di sekitar lokasi kejadian, dan juga penghuni blok C2," ujar Dirjen Kriminal Umum Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat.
7. Tes DNA
Polri membuka Posko Antemortem di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Posko itu dibuka guna pengambilan sampel DNA dan proses identifikasi 41 korban tewas kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang.
"RS Polri telah membuka satu pos antemortem yaitu pos yang digunakan untuk mencari data-data sebelum korban ini meninggal dunia. Baik itu data primer maupun data sekunder," tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono.
Ia pun mengimbau seluruh keluarga korban untuk datang ke RS Polri guna melengkapi data-data yang dibutuhkan. Menurut dia, bagi pihak keluarga yang telah memberikan data ke RSUD Tangerang, tidak usah lagi menyambangi RS Polri.
8. Keluarga Harap Hasil Identifikasi Segera Keluar
Angeli dan beberapa perwakilan keluarga korban memberikan seluruh data yang dibutuhkan untuk proses identifikasi ke Posko Antemortem. Ia menyebutkan, keluarga hanya ingin membawa jenazah cepat kembali ke rumah dan segera dimakamkan.
"Jangan sampai satu minggu hasilnya berlarut-larut. Kalau sudah tahu kabar kematian ya bisa kita bawa pulang secepatnya, malah hari ini juga begitu," katanya.
9. Dijaga Belasan Petugas
Direktur Keamanan dan Ketertiban (Dirkamtib) pada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkumham, Abdul Aris mengungkapkan, hanya ada satu regu atau sekira 15 petugas yang mengamankan Lapas Tangerang secara keseluruhan, saat kejadian kebakaran.
10. Sulit Menyelamatkan Diri
Salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya korban tewas dalam kebakaran karena upaya penyelamatan saat itu tidak bisa dilakukan secara maksimal.
Hanya satu pintu yang dibuka bagi warga binaan sedangkan kamar setiap warga binaan berisi banyak orang.
Hingga akhirnya, banyak kaki warga binaan yang luka karena berebutan untuk keluar dan ada yang tidak sempat menyelamatkan diri.
(Arief Setyadi )