JAKARTA - Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan sebuah iklan di aplikasi YouTube Kids dianggap mempromosikan soal LGBT. Hal ini dianggap tidak patut, mengingat aplikasi YouTube Kids ditujukan untuk anak-anak.
Berikut beberapa fakta yang sudah dirangkum mengenai peristiwa tersebut:
1. Ramai di Medsos
Keberadaan iklan ini banyak tersebar di berbagai media sosial, salah satunya oleh akun Twitter @alfizzam. Pemilik akun mengunggah postingan mengenai video tersebut dan mengomentari betapa tidak layaknya iklan ini beredar di aplikasi anak-anak.
"Pagi ini rame banget ibu-ibu yang bahas tentang iklan YT Kids yang menampilkan tentang LGBT. Salah satunya lagu 'Aku Bukan Homo' dari channel Sindu," ujarnya
"Keterlaluan sih, iklan di channel lagu anak-anak kok diselipkan hal-hal tentang homoseksual. Pake ilustrasi buah-buahan pula," cuitnya.
2. Sumber Iklan
Iklan Youtube Kids yang beredar bersumber dari unggahan kanal Sinduatiga yang berjudul "Sindu-Aku Bukan Homo Official Music Video" berdurasi 1 menit 10 detik.
Meskipun lagu yang ditayangkan berjudul "Aku Bukan Homo", tetapi lirik lagu dalam video tersebut malah mendeskripsikan tindakan terkait homoseksual dan memancing amarah warganet.
3. Respons KPAI
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merespons beredarnya video 'Aku Bukan Homo' di media sosial. Dalam pernyataannya, lembaga tersebut menjelaskan bahwa video itu diduga bermuatan negatif.
"Dalam rangka menjalankan tugas (KPAI sesuai dengan amanat UU RI Nomor 35 Tahun 20214), KPAI menerima pengaduan dari masyarakat terkait dengan video di media sosial Youtube yang diduga bermuatan konten negatif. Video tersebut adalah sebuah lagu dan iklan dengan judul lagu 'Aku Bukan Homo'," terang KPAI dalam pernyataan resminya yang diterima MNC Portal, Rabu (15/9/2021).
4. Kominfo Diminta Menyelidiki
KPAI juga mengirimkan surat aduan konten negatif ke Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia per tanggal 14 September 2021. Surat itu bernomor 995/11/KPAI/IX/2021 dan ditandatangani oleh Ketua KPAI Susanto.
"Demi kepentingan terbaik bagi anak, kami berharap Kementerian Komunikasi dan Informatika RS untuk melakukan telaah dan pemblokiran terhadap konten dimaksud," lanjut keterangan tersebut.