Film Dokumenter: Ungkapan Menarik Dari Nurani

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis
Jum'at 17 September 2021 11:12 WIB
Kanal Indonesiana ( Foto: Dok Kemendikbudristek)
Share :

Siapa di sini yang sudah pernah menonton film-film dokumenter keren seperti Heaven for Insanity, Banda The Dark Forgotten Trail, Song Bird, Orang Rimba, dan Semes7a (Island of Faith)? Tahukah Anda sederet judul di atas merupakan film dokumenter yang mengangkat tentang budaya di Indonesia dan layak mendapat dua acungan jempol. Masih banyak lagi judul-judul film dokumenter lainnya tentang Indonesia dan budayanya yang tak kalah menarik dan patut kita tonton.

Mengutamakan kebenaran dan keabsahan data menjadikan film dokumenter sama penting dengan jurnalisme. Memiliki banyak isu penting yang penting untuk disampaikan kepada kita dan dunia, membutuhkan riset yang mendalam dari para narasumber yang kompeten, dan mengutamakan kejujuran dalam produksinya, semua menjadi sangat menarik bagi para sineas untuk merangkumnya dan mengemas menjadi sebuah film dokumenter yang sarat informasi dan menghibur.

Beberapa hari yang lalu, tim editorial Kanal Budaya Indonesiana.tv berkesempatan mewawancarai Mandy Marahimin bersama Nicholas Saputra seputar pengalaman mereka memproduksi film dokumenter serta ungkapan hati yang ingin mereka sampaikan lewat film Semes7a. Berikut hasil wawancaranya:

Bagaimana rasanya memproduksi film dokumenter? Bukan kah banyak yang bilang film dokumenter itu susah lakunya?

Dokumenter memang bukan sebuah produk yang bisa meraih keuntungan sebesar-besarnya. Seringkali, semua uang yang didapatkan oleh film, habis digunakan untuk membuat filmnya. Dan setelah film selesai, potensi distribusi pun bukan potensi yang menghasilkan return moneter secara luar biasa.

BACA JUGA : Wujudkan Visi Pemajuan Kebudayaan, Merdeka Belajar Episode ke-13 Hadirkan Kanal Indonesiana

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya