MALANG - Kendati berkas Idris Al Marbawy atau Gus Idris dinyatakan lengkap, polisi tak juga menahan tersangka kasus hoaks itu. Polres Malang menyebut ada sejumlah alasan mengapa pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Thoriqul Jannah Ngajum itu tak ditahan.
"Selama ini, yang bersangkutan kooperatif, kalau ditelepon dia selalu ngangkat," kata Kapolres Malang AKBP Raden Bagoes Wibisono kepada wartawan, pada Jumat (17/9/2021).
Mantan Kapolres Madiun ini juga menambahkan, Idris merupakan tulang punggung keluarganya. Hal ini membuat kepolisian mempertimbangkan membiarkan Idris masih menghirup udara bebas.
"Dan alasan lainnya, istrinya mengatakan Gus Idris masih menjadi tulang punggung keluarga dan anaknya masih kecil," ujarnya.
Meski demikian, keputusan penahanan atau tidak juga tergantung keputusan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang.
"Kami masih ada yang kurang dan segera kami lengkapi. Dan nanti penahanan atau tidak tergantung Kejaksaan," pungkasnya.
Baca juga: Polisi Serahkan Berkas Kasus Gus Idris ke JPU
Sebelumnya diberitakan, Gus Idris diduga tertembak saat berada di Markas Nyi Ronggeng. Adegan Gus Idris tertembak ini terekam di video live Youtube di kanal pribadinya Gus Idris Official. Dari lokasi yang disebutkan di video yang dibuat pada 28 Februari 2021 berada di daerah Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Di video berdurasi 4 menit 14 detik, tampak Gus Idris diduga mengalami tembakan oleh orang tak dikenal. Di video, Gus Idris yang berjalan menuju mobil terkena dugaan tembakan hingga terkapar.
Tampak di video detik 56 terdengar suara letupan seperti suara tembakan. Tak berselang lama Gus Idrus pun terkapar dengan mengalami luka di bagian dada kanan. Tampak dada kanan Gus Idris mengeluarkan darah.