Jejak Kaki Manusia 'Tertua' Berusia 23.000 Tahun Ditemukan, Apa yang Terjadi Saat Itu?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Senin 27 September 2021 06:58 WIB
Jejak kaki manusia tertua di Amerika ditemukan (Foto: Bournemouth University)
Share :

Clovis merupakan budaya Palaeo-India di Amerika Tengah dan Utara diperkirakan periode 11.500 - 11.000 tahun lalu, dengan peninggalan berupa mata panah batu berbentuk daun tebal yang biasa disebut titik Clovis.

Gelombang manusia prasejarah ini diperkirakan telah menyeberangi jembatan darat melintasi Selat Bering yang menghubungkan antara Siberia dan Alaska selama zaman es terakhir, ketika permukaan laut turun.

Ketika gagasan "Clovis yang pertama" mulai berlaku, laporan tentang pendudukan yang lebih tua dianggap tidak bisa diandalkan, dan sejumlah arkeolog benar-benar berhenti untuk menggali tanda-tanda pendudukan sebelumnya.

Tapi pada 1970-an, pandangan tua ini mendapat tantangan.

Pada 1980-an, bukti yang kuat kehadiran manusia berusia 14.500 tahun telah muncul di Monte Verde di Chili.

Dan sejak 2000-an, situs pra-Clovis lainnya telah diterima secara luas - seperti Kompleks Buttermilk Creek berusia 15.500 tahun di Texas tengah, dan situs Cooper Ferry berusia 16.000 tahun di Idaho.

Sekarang, bukti jejak kaki dari Meksiko Baru menunjukkan manusia sudah berhasil mencapai pedalaman Amerika Utara pada periode Zaman Es akhir.

Gary Haynes, seorang professor emeritus di Universitas Nevada, Reno, mengatakan: "Saya tak bisa menemukan kesalahan pada hasil penelitian itu, atau dengan interpretasi - jurnal ini penting dan provokatif.

"Jalurnya sangat jauh ke selatan dari penghubung daratan Bering hal ini membuat kita bertanya-tanya (1) apakah orang-orang atau nenek moyang mereka (atau orang lain) berhasil melewati Asia ke Amerika jauh lebih awal, (2) apakah mereka berpindah cepat melalui benua-benua setelah melalui penyeberangan (3) apakah mereka meninggalkan keturunan,” ungkapnya.

Dr Andrea Manica, ahli genetika dari Universitas Cambridge mengatakan, temuan ini memiliki dampak penting bagi sejarah populasi Amerika.

"Saya tak bisa berkomentar mengenai keandalan penanggalan ini (bukan bidang saya), tapi bukti kuat tentang keberadaan manusia di Amerika Utara 23.000 tahun lalu, ini bertentangan dengan jalur genetika, di mana secara jelas menunjukkan pemisahan penduduk Amerika Asli dari Asia sekitar 15-16.000 tahun lalu," katanya kepada BBC News.

"Ini menunjukkan bahwa koloni pertama Amerika telah digantikan ketika sekat-sekat es terbentuk, dan koloni yang lainnya datang. Kami tak tahu bagaimana itu terjadi,” tambahnya.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya