4. Mampu Beradaptasi
Lutfi melanjutkan, fungsi kapak perimbas pada masa perburuan untuk menusuk hewan dan menggali tanah untuk memperoleh umbi-umbian. Karena bahan dasarnya keras, kapak ini bisa digunakan untuk memotong hasil buruan yang sama kerasnya dan cukup tebal.
Selain itu, adanya penggunaan batu gamping membuka informasi baru bahwa manusia jaman dulu mampu beradaptasi dalam membuat perkakas. Karena daerah Citatah jarang terdapat batu andesit atau obsidian, mereka memanfaatkan sumber daya yang ada yaitu batu gamping.
5. Artefak Goa Pawon Lebih Tua
Lutfi mengungkaplan, goa-goa kars Sulawesi batu gamping dipakai untuk lancipan dan alat-alat serpih di era Mesolitik. Sementara di Goa Pawon justru era palaeolitik.
Ini menyebabkan artefak di Goa Pawon diyakini berasal dari periode yang lebih tua. Di antaranya seperti kapak perimbas atau kapak genggam.
(Qur'anul Hidayat)