61 Tahun Pidato Soekarno Gemparkan Dunia, Umat Islam Berhasil Meneladani Politik Lapangan

Muhammad Refi Sandi, Jurnalis
Kamis 30 September 2021 12:59 WIB
61 tahun pidato Bung Karno/ MNC Portal
Share :

JAKARTA - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengatakan, sosok Presiden pertama Indonesia Soekarno sebagai sosok umat Islam yang paling berhasil meneladani politik lapangan.

(Baca juga: Berondongan Timah Panas Cakrabirawa Tewaskan Aipda KS Tubun di Rumah Menteri Soekarno)

Hal itu diutarakannya saat memperingati 61 tahun pidato Soekarno yang membuat gempar dunia pada Sidang Umum PBB 30 September 1960.

"Bung Karno adalah umat Islam yang paling berhasil meneladani politik lapangan Rasulullah waktu Makkah itu revolusi pertama tidak berdarah di dalam sejarah. Bung Karno memimpin bangsa Indonesia ini nanti Proklamasi tidak berdarah," ucap Yudian secara virtual dalam Youtube Bamusi TV, Kamis (30/9/2021).

Kemudian, Yudian menambahkan, bahwa Bung Karno mencatatkan prestasi diantaranya teori politik majemuk menjadi 'Pancasila'. Selain itu, ternyata proklamasi sebuah upaya membebaskan dan mempersatukan 54 negara atau 54 kerajaan di Indonesia.

"Kedua mewujudkan teori politik majemuk atau plural piagam Madinah menjadi 'Pancasila'. Apa salah satu kehebatan, prestasi tingkat dunia ada sembilan yang sangat penting yaitu Proklamasi kemerdekaan kita itu ternyata membebaskan dan mempersatukan 54 negara atau 54 kerajaan di Indonesia,"ujarnya.

(Baca juga: Saat Jenderal Nasution Tolak Saran Bung Karno soal Pemakaman Ade Irma)

"Dan ini peristiwa tidak pernah terjadi di dalam sejarah kecuali di tangan Bung Karno Bung Hatta dan bangsa Indonesia. Itulah saya katakan Bung Karno ini adalah umat Islam yang paling berhasil meneladani politik lapangan revolusi tidak berdarah terus mewujudkan piagam Madinah itu," ungkapnya.

Yudian membandingkan Bung Karno dengan mantan Presiden Mesir kala itu Gamal Abdul Nasser yang hanya mampu melawan negara sendiri.

"Kita boleh banding dengan yang lain misalnya Gamal Abdul Nasser yang cuma melawan negara sendiri bahkan Amerika sekalipun cuma melawan Induknya, Rusia sekalipun hanya induknya termasuk Uni Soviet. Belum pernah ada dalam waktu 59 detik bisa membebaskan dan mempersatukan 54 negara," tuturnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya