Pergantian Nama Kerajaan Tumapel Menjadi Singasari Diiringi Pertumpahan Darah

Avirista Midaada, Jurnalis
Jum'at 01 Oktober 2021 07:46 WIB
Ken Arok (foto: istimewa)
Share :

JAKARTA - Ikhwal pergantian nama dari Tumapel menjadi Kerajaan Singasari diiringi oleh pertumpahan darah. Pergantian nama diiringi pembunuhan Ken Arok dan sejumlah keturunan. Pembunuhan ini terjadi berganti - ganti usai Ken Arok tewas di tangan anak tirinya Anusapati.

Ditutup dari buku "Hitam Putih Ken Arok dari Kejayaan hingga Keruntuhan" karya Muhammad Syamsuddin, Anusapati kemudian yang menjabat raja Tumapel tewas di tangan Tohjaya. Anusapati tewas akibat keris Mpu Gandring yang ditikamkan Tohjaya saat asyik menyabung ayam.

Baca juga:  Nakalnya Ken Arok, Jadi Pencuri hingga Penjudi

Pasca tewasnya Anusapati, Tohjaya pun naik menjadi raja. Tapi kematian Anusapati meninggalkan luka bagi anaknya Ranggawuni, yang mengetahui dalang pembunuh ayahnya adalah Tohjaya. Ranggawuni kemudian menjalin persekutuan dengan Mahisa Campaka, anak Mahisa Wunga Teleng anak keturunan Ken Arok dari Ken Dedes.

Baca juga:  Ken Arok, Bayi Buangan yang Ditemukan Memancarkan Sinar

Mereka tak terima tahta Kerajaan Tumapel diambil Tohjaya. Ranggawuni pun melakukan pemberontakan Jaya dengan Mahisa Campaka. Mereka kemudian menyerang istana dan Tohjaya, Tohjaya pun segera melarikan diri dalam kondisi badannya penuh luka karena sabetan pedang. Luka - luka dalam pertempuran inilah yang membuat Tohjaya meninggal dalam pelariannya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya