NAIROBI - Di Korogocho, salah satu dari lingkungan kumuh terbesar di Nairobi, ibu kota Kenya, sekelompok perempuan lanjut usia (lansia) tampak sedang belajar taekwondo. Ini merupakan bagian dari gerakan untuk membela diri dari serangan seksual. Selama pandemi Covid-19, pihak berwenang Kenya mengatakan kasus perkosaan dan pelecehan seksual telah meningkat, seiring dengan departemen kesehatan yang melaporkan bahwa mereka telah menerima setidaknya 5.000 kasus kekerasan seksual di seluruh negara.
Di sebuah lorong di lingkungan kumuh di Korogocho di Kenya, 15 perempuan, kebanyakan berusia lansia, mengikuti kelas taekwondo di sebuah pusat komunitas yang telantar.
Di aula pusat komunitas itu, ke-15 perempuan yang mengenakan jilbab dan rok panjang, dengan tangan kosong, meninju kantong yang berisi pakaian-pakaian bekas.
(Baca juga: Amnesty International: Tentara Ethiopia Perkosa Puluhan Wanita)
Korogocho, dalam bahasa Swahili berarti “padat” merupakan salah satu kawasan kumuh terbesar di Nairobi. Kawasan itu memiliki populasi yang padat dan jumlah penggangguran yang tinggi.
Kurangnya prospek dan masa depan yang pasti membuat banyak remaja rentan bergabung dengan geng yang dapat membuat mereka terlibat kejahatan termasuk perkosaan.
Tujuan memberi pelatihan taekwondo itu adalah untuk memberi perlindungan bagi perempuan dari serangan seksual tersebut.
(Baca juga: Jerman Tarik Peleton dari Misi NATO Terkait Kasus Rasisme dan Serangan Seksual)
Setiap hari Kamis jam dua siang, 15 perempuan yang berusia antara 60-80 tahun, bertemu untuk berlatih taekwondo.