Perempuan tertua dalam kelas taekwondo iti adalah Wambui Njoroge, yang diyakini berusia 110 tahun.
Ini menjadi pengingat yang suram bahwa perempuan rentan terhadap para predator seks.
"Anda tidak membutuhkan banyak energi, hanya bela diri, untuk melindungi diri Anda dan melarikan diri. Anda tidak perlu mengalahkan mereka (penyerang), Anda hanya perlu mengejutkan mereka, dan sebelum penyerang sadar kembali, Anda harus melarikan diri,” terang Jane Waithaigeni Gabriel Kimaru, 60, pelatih dan kepala tim.
Mereka yang terlambat datang ke kelas taekwondo itu mendapat hukuman yaitu harus melakukan sit up.
Di Korogocho, terdapat janda dan ibu tunggal dalam persentase yang tinggi, di mana mereka memiliki tugas berat untuk membesarkan anak dalam kondisi yang sulit.
Perempuan lanjut usia mengalami pelecehan seksual dalam tingkat yang lebih tinggi karena mereka dianggap lemah oleh pelaku.
Bagian dari pelatihan itu mengharuskan mereka dapat berteriak saat diserang, untuk memastikan suara mereka dapat terdengar.
Strategi itu digunakan untuk memberitahukan anggota lain yang berada di sekitarnya, jika mereka mengalami serangan seksual.
Pihak berwenang mengatakan, dalam banyak kasus, pelaku adalah orang yang dekat dengan korban dan tidak meyakini bahwa pelecehan merupakan kejahatan.
"Saat Anda melihat saya, Anda mungkin menganggap, saya seorang yang bodoh, seorang perempuan tua yang bodoh, namun Anda akan melihat siapa saya sebenarnya,” ungkap Esther Wambui,72, yang tinggal di Korogocho.
(Susi Susanti)