Cemas Putrinya Jadi Perawan Tua, Janda Calon Arang Usik Kewibawaan Raja Airlangga

Solichan Arif, Jurnalis
Sabtu 09 Oktober 2021 16:01 WIB
Calon Arang (foto: ist)
Share :

Seorang pendeta sempurna yang bertempat di pertapaan Semasana, Lemah Tulis. "Dialah yang dapat meruwat kerajaanmu, yang akan menghilangkan noda di dunia, membuat sejahtera dunia". Mpu Baradah bagi Raja Airlangga bukan sosok asing. Hasil penelitian Louis Damais, sarjana Perancis (1540) pada naskah kuno, menyebut, Mpu Baradah pernah menyarankan Airlangga membagi tahta kerajaan.

Satu tahta di Jawa (Kediri) dan satunya di Bali. Namun sarannya tidak terwujud, karena penolakan Sri Mpu Kuturan di Bali. Mpu Kuturan yang lebih sakti ingin menempatkan cucunya sendiri di tahta, dan menolak raja dari Jawa. Kelak, atas saran Mpu Baradah lagi, Raja Airlangga membagi tahta menjadi Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala.

Sementara begitu dititahkan Raja Airlangga mengatasi urusan Calon Arang, Mpu Baradah langsung bersiap mengutus Mpu Kebo Bahula, murid kesayangannya. Bahula adalah seorang pujangga dari Gangga Citra. Mpu Baradah tahu, murka Calon Arang berakar dari putrinya yang terancam menjadi perawan tua. Ia pun memerintahkan Mpu Bahula untuk meminang Ratna Manggali.

"Dia akan kusuruh melamar Sang Manggali. Engkau Kanuruhan (utusan Raja Airlangga) beritahukanlah kepada Sang Penguasa Dunia, berapa saja mahar yang diminta hendaklah dipenuhi oleh raja," tulis Toeti Heraty. Kerajaan pun langsung menyiapkan mahar lamaran. Hidangan makanan, buah -buahan, ditambah jamuan upacara : tuak, nasi, ikan, sampo, berem, kilang, serta serebad budur dan minum cakelang.

Sesuai jalannya siasat, Calon Arang bersedia menerima Mpu Kebo Bahula sebagai menantunya. Namun Rangda Jirah itu juga mengingatkan," namun janganlah tidak bersungguh-sungguh dengan Ratna Manggali". Menyertai lamaran, Bahula juga menyerahkan sirih tanda pertunangan, perak hadiah perkawinan, selendang, permata ratna mutu manikam yang memancar.

Mpu Bahula dan Ratna Manggali, sah sebagai suami istri. Keduanya saling mencintai. Sesuai prosa Calon Arang berkode LOR 5387/5279 yang tertulis pada daun lontar yang berada di Puri Cakranegara, Lombok, Mpu Bahula mulai memata-matai aktifitas Calon Arang. Di setiap menjelang malam, janda Jirah itu selalu membawa lipyakara, pustaka suci, dan pergi ke kuburan.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya