Berikut keterangan Anies Baswedan saat menerima keris dari Ki Manteb Sudarsono:
Keris dlm falsafah jawa adl doa tak terucap & tak tertulis. Sambil menempa, sang empu menghubungkan harapan pemesan dg pencipta lewat doa.
Anatomi keris ini ada 7 lekukan, dlm bahasa Jawa Pitu = Pitulungan (pertolongan). Doa agar ditolong sang pencipta. Keris ini pny Kinatah berbentuk sulur di pangkal bilah. Artinya keris ini berjasa dlm peristiwa besar & jd lambang status sosial pemiliknya.
Keris Ki Manteb dasar penangguhannya adl Keris Sepuh berdapur Carubuk era Mataram, campuran besi, baja & pamor /batu meteor. Istilahnya Ibu Bumi Bopo Angkoso, paduan unsur bumi & langit. Teksturnya Ganggang Kanyut (ganggang hanyut terbawa air) di sepanjang bilah keris dg filosofi aliran tanpa hambatan.
Baca juga: Digusur Ahok dan Dibangun Anies, Kampung-Kampung Ibukota Kini Berdiri Gagah
Tempaan para empu tak main2, presisinya tinggi. Keris stabil & seimbang, bisa berdiri tnp penyangga, hny ditopang ujung runcing keris / gagang kayu bulat melengkung. Warangka (sarung keris) dibuat dari sebidang kayu utuh tnp sambungan.
Sejarahnya, Keris jenis ini dimiliki beberapa tokoh seharah spt Sultan Hadi Wijaya, pendiri Kerajaan Pajang (1549-1582) / dikenal sbg Joko Tingkir penakluk buaya di Sungai Kedung Srengenge. Keris ini dibawa Sunan Kalijaga saat bawa kayu utk tiang Masjid Agung Demak lewat Sungai Kreo. 2 pemilik keris yg dekat dg elemen air.
Baca juga: Jakarta Nol Kematian Covid-19, Anies: Hari yang Patut Disyukuri